Home
news
Operator Kapal Pesiar Menghadapi Denda Berat Akibat Merusak Terumbu Karang Raja Ampat

Operator Kapal Pesiar Menghadapi Denda Berat Akibat Merusak Terumbu Karang Raja Ampat


Jumat, 2017-06-02 - 13:47:14 WIB

oleh : Mark 'Crowley' Russell

Pemerintah Indonesia mengenakan denda terhadap operator sebuah kapal yang kandas dan merusak terumbu karang di Raja Ampat, sebesar Rp. 6 triliun (lebih dari £350 juta). menurut sebuah artikel yang dimuat pada laman Tempo.co, KemenLHK telah menghitung bahwa luas total karang yang rusak adalah 18.882 m2, dimana 13.270m2 diantaranya rusak total, yang terjadi ketika kapal berbendera Bahama, yang dimiliki oleh Inggris, MV Caledonian Sky menghantam karang Kri di Raja Ampat, Papua Barat. 

Noble Caledonian, operator sekaligus pemilik kapal, setelah kejadian tersebut, mengeluarkan pernyataan bahwa mereka sedang bekerja dengan pemerintah Indonesia untuk menghitung ganti rugi yang 'wajar dan realistis' atas kerusakan yang terjadi. ditambahkan pula bahwa 'Noble Caledonian' telah menyalurkan dana untuk membantu penduduk lokal dan kontribusi untuk rehabillitasi terumbu karang.

Penyelesaian masalah keuangan ini sedang dirundingkan oleh SPICA, perusahaan asuransi yang menanggung kapal tersebut, karena SPICA menghitung jumlah yang jauh lebih rendah, walaupun tidak menyebutkan berapa angka pastinya.

Heru Waluyo, Direktur Pengelolaan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup MenLHK, mengatakan bahwa dasar penghitungan besarnya ganti rugi adalah rehabilitasi ekosistem, sosial ekonomi, serta biaya-biaya yang berhubungan dengan klaim ganti rugi ini. Heru menambahkan bahwa perundingan ini mungkin akan memakan waktu yang cukup lama, akan tetapi pemerintah tidak akan menurunkan jumlah ganti rugi yang diminta, serta akan menolak klaim kerusakan yang dilakukan SPICA. Apabila SPICA menolak membayar, maka kami akan membawa kasus ini ke pengadilan internasional, tambah Heru.

MV Caledonian Sky, adalah sebuah kapal pesiar mewah yang membawa 120 penumpang serta 70 awak kapal, kandas di karang Kri Raja Ampat, yang memiliki ekosistem terumbu karang kelas dunia, pada tanggal 3 Maret 2017. Laporan awal menyatakan bahwa kandasnya kapal ini disebabkan oleh kesalahan navigasi, kerusakan terumbu karang diperburuk oleh upaya untuk membebaskan kapal dari posisi kandas ketika laut sedang surut.

 

diterjemahkan dari : http://divemagazine.co.uk/life/7685-massive-fine-for-raja-ampat-cruise-ship-damage


Share Berita


Komentari Berita