Home
news
Kerajaan Inggris 'Mengambil Alih Kontrol' Perairan Setelah Keluar dari Konvensi Perikanan

Kerajaan Inggris 'Mengambil Alih Kontrol' Perairan Setelah Keluar dari Konvensi Perikanan


Rabu, 2017-07-05 - 10:52:31 WIB

Frances Perraudin (Minggu, 2 Juli 2017)

Michael Gove mengumumkan pengunduran diri pemerintah Kerajaan Inggris dari 'Konvensi London' dan mengklaim bahwa menanggalkan kebijakan perikanan Uni Eropa (UE) akan berdampak positif bagi lingkungan. Pemerintah telah mengumumkan pengunduran diri dari perjanjian yang memperbolehkan nelayan dari negara lain untuk menangkap ikan di perairan Inggris Raya. Menteri Lingkungan, Michael Gove, mengklaim bahwa Inggris telah "mengambil alih kontrol".

Hari Senin (3 Juli-red), menteri akan melakukan penarikan diri pemerintah Inggris Raya dari 'Konvensi Perikanan London', yang ditanda tangani pada tahun 1964 sebelum Inggris Raya bergabung dengan UE, untuk memulai proses 2-tahun untuk menanggalkan perjanjian. Konvensi ini memperbolehkan kapal ikan dari Inggris Raya, Perancis, Belgia, Jerman, Irlandia dan Belanda untuk menangkap ikan di dalam 6 dan 12 mil laut dari garis pantai masing-masing negara tersebut.

"Kami akan menyatakan bahwa kita mengambil alih kontrol" tutur Gove pada wawancara dengan BBC pada hari Minggu. "Kita akan dapat menentukan pola akses seperti apa yang kita inginkan", lanjut Gove.

Selanjutnya Gove menyatakan bahwa keluar dari UE juga berarti keluarnya Inggris dari kebijakan perikanan UE, yang membuka akses bagi semua negara Eropa pada perairan Inggris Raya (antara 12-200 mil laut) serta menentukan kuota berapa banyak ikan yang boleh ditangkap oleh masing-masing negara tersebut.

"Ketika kita keluar dari UE, kita akan menjadi negara bebas secara politik, artinya kita dapat mengotrol perairan kita sampai 200 mil laut atau garis tengah antara Inggris dan Perancis serta antara Inggris dan Irlandia", tutur Gove.

Gove menambahkan "Satu poin kritis kebijakan perikanan UE adalah bahwa itu merupakan bencana lingkungan. Salah satu alasan kita ingin keluar, karena kami ingin memastikan bahwa Inggris mempunyai stok ikan yang berkelanjutan untuk masa depan, Saya pikir sangat penting untuk diketahui bahwa keluar dari UE akan berdampak positif bagi lingkungan".

Menurut data tahun 2015, industri perikanan Inggris Raya memiliki 6.000 kapal ikan, mendaratkan 708.00 ton ikan senilai 775 juta Poundsterling. Sekitar 10.000 ton ikan ditangkap oleh negara lain anggota 'Konvensi London', senilai kurang lebih 17 juta Poundsterling.

Barrie Deas, ketua Federasi Nasional Organisasi Nelayan, menyambut baik keputusan pemerintah ini, menyebutkan bahwa hal ini merupakan bagian penting untuk menyatakan Inggris Raya sebagai negara pantai yang berdaulat penuh atas perairan ZEE-nya.

Ben Stafford, ketua kampanye WWF, mengatakan : "mencapai perikanan yang berkelanjutan 'lebih dari sekedar negara mana menangkap ikan dimana'. Stafford menambahkan : "hal ini tentang bagaimana nelayan menggunakan alat tangkap ikan yang sesuai, bahwa operasi penangkapan ikan dilakukan pada tingkat dimana stok tetap terjaga, serta kita merintis berbagai upaya untuk memonitor apa yang terjadi di laut untuk memahami dampak perikanan". "Keluar dari UE berarti kita dapat menentukan kebijakan dengan benar, tetapi harus tetap bekerja sama dengan negara tetangga, karena ikan tidak mengenal garis di atas peta".

Will McCallum, kepala urusan laut Greenpeace Inggris, menyatakan : "bertahun-tahun pemerintah Inggris Raya menuding Brussels atas kesalahan mereka sendiri karena gagal mendukung nelayan skala kecil yang menjadi tulang punggung armada perikanan kita". "Apabila 'Brexit' menjanjikan masa depan yang lebih baik bagi nelayan, menteri lingkungan baru kita, Michael Gove, harus memegang teguh komitmen manifesto tahun 2015 partai Konservatif untuk menyeimbangkan kuota perikanan agar menguntungkan nelayan skala kecil, khususnya komunitas perikanan berbasis lokal.

Tom West, konsultan firma hukum lingkungan ClientEarth, menggambarkan bahwa gerakan ini sebagai taktik negosiasi. "Sebagai negara non-UE, kita perlu mempertimbangkan bagaiman caranya bekerjasama sebaik mungkin dengan negara tetangga, daripada keluar secara sepihak dari berbagai perjanjian dan berharap bekerja sendirian akan membuat kita lebih baik", tuturnya. "Banyak stok ikan di perairan Inggris Raya dibagi dengan tetangga kita, oleh karena itu perlu kerja sama dan pengelolaan bersama".

 

diterjemahkan dari : https://www.theguardian.com/environment/2017/jul/02/uk-take-back-control-london-fisheries-convention-michael-gove

~admin~

 


Share Berita


Komentari Berita