Home
news
Ayo Cintai Maritim Lewat JANTRA

Ayo Cintai Maritim Lewat JANTRA


Jumat, 2017-06-30 - 10:50:18 WIB

Minat siswa sekolah dasar di Kabupaten Indramayu dalam bidang maritim masih rendah. Menjadi nelayan bukanlah pilihan utama bagi mereka saat ini. Artinya menjadi nelayan bukan merupakan cita-cita masa kecil mereka.

Setidaknya itulah fakta yang diremukan sejumlah mahasiswa asal Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tengah meneliti di Indramayu. “Seratus persen dari tiga puluh siswa yang kami temui di Indramayu tidak mau menjadi nelayan dengan berbagai alasan,” ujar Irfan Syauqi (21), kepada “PR”, Rabu (28/6/2017).

Kebanyakan dari mereka masih merasa ketakutan, sehingga tidak memilih nelayan sebagai jalan hidup mereka. Hal tersebut kata Irfan, memunculkan sebuah ironi. Itu karena Indramayu merupakan daerah pesisir dengan produksi ikan cukup melimpah. Di sisi lain, minat generasi mudanya terhadap bidang maritim sangatlah rendah. Jika terus dibiarkan, bukan tak mungkin potensi perikanan Indramayu tidak dapat digarap dengan maksimal. Soalnya tidak ada SDM yang mampu mengelolanya. Untuk itu, Indramayu dipilih menjadi tempat penelitian pengembangan model permainan bidang maritim. Irfan mengatakan, daerah Eretan, Indramayu merupakan wilayah yang kaya akan sumberdaya lautannya. Hal tersebut harus juga ditunjang oleh SDM yang mumpuni di bidang maritim.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, lima mahasiswa IPB, Irfan, Danang, Novia, Tyas, dan Cahya mengembangkan sebuah model sebuah permainan, yaitu "Jantra", akronim dari Jagoan Anak Nelayan Nusantara. Permainan anak yang mengandalkan dadu tersebut diklaim dapat meningkatkan minat anak terhadap bidang maritim.

Permainan mirip ular tangga tersebut dimainkan pada petak berukuran 4,5 x 6 meter. Nantinya pemain yang totalnya berjumlah lima orang akan berpacu menuju petak akhir. Tentunya di tengah permainan mereka akan melalui banyak rintangan dan tantangan. “Prinsipnya menggabungkan antara monopoli dan ular tangga,” ujar Irfan, asal Pangandaran.

Dia menjelaskan, permainan Jantra dibagi menjadi 4 pos yang digolongkan sesuai warna dan tingkatan profesi di bidang maritim. Adapun empat pos tersebut yakni nelayan, nakhoda, juragan kapal, pengusaha kapal dan menteri kelautan. Melalui cara tersebut, secara tidak langsung pengetahuan akan mudah diserap dan diingat siswa. “Jantra bukan hanya sekedar permainan, program Jantra disempurnakan dengan outbound kreatif. Jadi dapat juga mengasah psikomotorik karena anak dituntut untuk kreatif,” ungkapnya.

Untuk itu, ia optimis permainan Jantra tidak akan membuat siswa mudah merasa bosan. Dengan demikian kualitas konten pengetahuan nantinya diharapkan akan terus meningkat. Irfan berharap, Jantra mendapat dukungan dari pemerintah. Sehingga program tersebut tidak berhenti sebatas ditahap penelitian saja. Dia ingin, minat anak-anak pesisir terhadap bidang maritim lebih meningkat lagi. (Gelar Gandarasa/”PR”)***

 

Sumber artikel : harian "Pikiran Rakyat" Jumat, 30 Juni 2017.

NB: anak PSP taulah ;) ~admin~


Share Berita


Komentari Berita